PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 April 2026 | Derby Jatim pada Selasa, 28 April 2026, menyaksikan salah satu laga paling dramatis musim Liga 1 2025/2026. Persebaya Surabaya menorehkan kemenangan telak 4-0 atas Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Hasil ini tidak hanya memperlebar jarak poin antara kedua tim, tetapi juga memicu pujian hangat dari suporter Bonek yang mengucapkan terima kasih kepada tim tamu atas pertunjukan gol yang memukau.
Sejak peluit pertama, kedua sisi tampak berhati-hati. Arema mencoba mengendalikan tempo dengan serangan awal melalui Gustavo Franca pada menit ke-3, namun tendangannya melesat ke sisi kanan gawang Andhika Ramadhani. Persebaya segera menanggapi dengan serangan balik, namun upaya pertama Francisco Rivera pada menit ke-7 belum menghasilkan gol.
Pertandingan berlanjut dengan pola permainan defensif yang ketat hingga pertengahan babak pertama. Pada menit ke-37, Hansamu Yama menerima kartu kuning setelah mengangkat kaki terlalu tinggi menabrak tubuh Perovic, sebuah insiden yang kemudian menjadi titik awal penurunan ratingnya menjadi yang terendah dalam sejarah liga.
Babak kedua menjadi panggung kebangkitan Persebaya. Pada menit ke-48, Francisco Rivera membuka skor setelah menerima umpan tipis dari Mihailo Perovic. Penyerang asal Meksiko itu berada di posisi bebas, menyambut bola dengan tenang dan menempatkannya di sudut kanan atas gawang Arema, menjadikan skor 0-1.
- Menit 75: Penalti diberikan kepada Persebaya setelah Hansamu Yama melakukan pelanggaran keras terhadap Rivera di dalam kotak penalti. Bruno Moreira gagal mengonversi, tetapi bola rebound dimanfaatkan Jefferson da Silva untuk memperbesar keunggulan menjadi 0-2.
- Menit 79: Joel Vinicius menanduk bola ke arah gawang, namun hanya menghasilkan tendangan tipis di atas mistar.
- Menit 82: Rivera menambah gol kedua, kali ini dengan tembakan melengkung yang menancap ke sudut kiri gawang Andhika, memperlebar skor menjadi 0-3.
- Menit 85: Mikael Tata menutup pesta gol dengan gol keempat, memanfaatkan umpan balik dari Rivera dan menembakkan bola ke sudut kanan atas, mengakhiri laga dengan skor 0-4.
Keempat gol tersebut memperlihatkan superioritas taktik Bernardo Tavares, pelatih Persebaya, yang mengandalkan serangan sayap cepat dan kombinasi umpan pendek di lini tengah. Sementara itu, Arema FC gagal menyesuaikan diri, meski sempat menciptakan peluang melalui Dalberto dan Joel Vinicius, namun akurasi tembakan masih jauh dari standar yang dibutuhkan.
Statistik akhir menunjukkan penguasaan bola 58% untuk Persebaya, dengan total tembakan ke arah gawang mencapai 9 kali, dibandingkan hanya 4 kali bagi Arema. Kiper Lucas Frigeri tampil solid, walaupun tidak mampu menghalau serangan-perlawanan yang terus menekan.
Setelah peluit panjang, Bonek menggelar aksi terima kasih di tribun, melontarkan spanduk dan yel-yel yang mengapresiasi penampilan Persebaya. Suasana hangat ini mencerminkan sportivitas antar suporter meski persaingan sengit.
Kekalahan ini menempatkan Arema FC pada posisi ke-11 klasemen dengan 39 poin, jauh tertinggal dari Persebaya yang kini berada di peringkat ke-4 dengan 48 poin. Penurunan rating Hansamu Yama menjadi sorotan utama, menandai catatan terburuknya dalam statistik liga dan menambah tekanan pada manajemen Arema untuk memperbaiki performa lini pertahanan.
Dengan hasil ini, Persebaya menambah tiga angka penting, membawa total 51 poin, sementara Arema harus berjuang keras di laga berikutnya untuk menghindari zona degradasi. Derby Jatim kali ini tidak hanya menorehkan skor 4-0, tetapi juga menegaskan kembali dominasi Persebaya di wilayah Jawa Timur.
