PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 April 2026 | Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling ambisius dalam sejarah sepak bola internasional. Turnamen ini akan dilaksanakan di tiga negara Amerika Utara—Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada—dan memperkenalkan format baru yang menampung 48 tim, naik dari 32 tim pada edisi sebelumnya. Perubahan ini tidak hanya menambah jumlah pertandingan, tetapi juga memicu penyesuaian penting dalam regulasi kompetisi, struktur hadiah, dan kebijakan tiket.
Format 48 tim menambah tiga grup tambahan, menjadikan total 16 grup dengan masing-masing tiga tim. Setiap tim akan bermain tiga laga di fase grup, lalu melaju ke fase 32 besar, 16 besar, perempat final, semifinal, dan final. Dengan lima laga minimum untuk mencapai perempat final, kalender kompetisi menjadi lebih padat, menuntut persiapan fisik dan taktis yang lebih intens bagi setiap skuad.
Salah satu perubahan regulasi yang paling menonjol adalah penghapusan akumulasi kartu kuning pada fase grup dan perempat final. Sebelumnya, dua kartu kuning dalam lima laga akan mengakibatkan larangan bermain. Mulai Piala Dunia 2026, kartu kuning tunggal akan dihapuskan setelah fase grup, dan sekali lagi setelah perempat final. Hal ini memberi pemain kesempatan lebih besar untuk tetap tersedia di pertandingan penting, mengurangi risiko kehilangan pemain kunci karena akumulasi pelanggaran.
FIFA juga meningkatkan total hadiah uang untuk turnamen ini sebesar 15 persen dibanding edisi sebelumnya. Hadiah partisipasi dasar naik menjadi 2,5 juta dolar AS (sekitar Rp43,3 miliar), sementara setiap tim yang lolos ke fase grup akan menerima 10 juta dolar AS. Distribusi hadiah per babak dirinci dalam tabel berikut:
| Fase | Hadiah (USD) |
|---|---|
| Fase Grup | 9 juta |
| 32 Besar | 11 juta |
| 16 Besar | 15 juta |
| Perempat Final | 19 juta |
| Posisi 4 | 27 juta |
| Posisi 3 | 29 juta |
| Runner‑Up | 33 juta |
| Pemenang | 50 juta |
Jika dikonversi ke rupiah, pemenang Piala Dunia 2026 akan membawa pulang sekitar Rp863 miliar, menjadikannya hadiah tertinggi dalam sejarah turnamen. Selain hadiah uang, FIFA menargetkan pendapatan total sebesar 11 miliar dolar AS, yang sebagian besar akan dibagikan kepada 211 federasi anggota untuk mendukung pengembangan sepak bola di seluruh dunia.
Di tengah kebijakan harga tiket yang dinilai sangat mahal, Wali Kota New York Zohran Mamdani meluncurkan inisiatif fan fest gratis di lima wilayah kota. Mamdani, yang menjadi wali kota pertama berkulit Muslim dan Asia Amerika di New York, menekankan bahwa pengalaman Piala Dunia harus dapat diakses semua kalangan, bukan hanya mereka yang mampu membeli tiket premium. Fan fest akan diadakan di Queens (USTA Billie Jean King National Tennis Center), Manhattan (Rockefeller Center), Bronx (Bronx Terminal Market), Staten Island (Staten Island Hospital Community Park), dan Brooklyn (Brooklyn Bridge Park). Setiap lokasi menawarkan siaran langsung, kuliner lokal, hiburan, dan aktivitas komunitas tanpa biaya masuk.
Kebijakan tiket FIFA yang mengadopsi sistem dynamic pricing diprediksi akan membuat harga tiket mencapai empat kali lipat dibanding Piala Dunia 2022 di Qatar. Tiket kategori “Support Entry Tier” hanya tersedia 1.000 kursi per pertandingan dengan harga 60 dolar AS, menimbulkan kritik tajam dari tokoh publik termasuk Mamdani. Ia menilai kebijakan tersebut dapat menyingkirkan warga lokal dari stadion yang menjadi tuan rumah.
Secara keseluruhan, Piala Dunia 2026 menjanjikan perubahan struktural yang signifikan, baik dari segi kompetisi maupun aspek komersial. Penambahan tim, penyesuaian kartu kuning, serta peningkatan hadiah uang menunjukkan upaya FIFA untuk memperluas jangkauan global sepak bola. Di sisi lain, respons lokal seperti fan fest gratis di New York menegaskan pentingnya inklusivitas dalam menjangkau penonton luas. Kedua sisi ini akan menjadi faktor kunci dalam menentukan sejauh mana Piala Dunia 2026 berhasil menyatukan dunia melalui sepak bola.
