PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 April 2026 | Ramon Tanque, penyerang berusia 27 tahun yang baru bergabung dengan Persib Bandung pada awal musim 2025/2026, sempat mengalami kebuntuan mencetak gol dalam sepuluh pertandingan pertamanya. Hanya satu assist yang tercatat, sementara rekan sepegnya, Uilliam Baros, terus menambah angka di papan skor. Namun, perubahan signifikan terjadi menjelang akhir putaran pertama ketika Tanque menembus pertahanan lawan dan mencetak gol debutnya melawan Borneo FC, mengantarkan Persib menang 3-1.
Sejak saat itu, produktivitas Tanque meningkat drastis. Dalam beberapa laga berikutnya, ia berhasil menambah total gol menjadi delapan, menyamai jumlah gol Baros. Keunikan penampilannya terletak pada frekuensi mencetak brace, yakni dua gol dalam satu pertandingan, yang membuatnya menjadi ancaman utama di lini depan Maung Bandung.
Penelusuran lebih dalam mengungkapkan satu faktor kunci di balik kebangkitan Tanque: latihan tambahan berupa Pilates Reformer. Metode ini melibatkan penggunaan alat khusus yang dilengkapi pegas dan tali untuk memberikan resistensi, sehingga fokus utama terletak pada penguatan otot inti seperti perut, punggung, dan panggul. Manfaatnya meliputi peningkatan stabilitas, keseimbangan, serta fleksibilitas tubuh—semua elemen penting bagi seorang penyerang yang harus bergerak cepat, mengubah arah, dan menahan benturan.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui bahwa meskipun ia tidak sepenuhnya memahami detail teknis Pilates, ia mendukung penuh inisiatif Tanque. “Saya harap dengan dia berlatih itu bisa bermanfaat baginya. Saya tidak tahu mengenai dampak dari itu, tapi terpenting dia bisa mencetak gol. Apapun hal baginya, hal yang bagus bagi tim, saya mendukungnya,” ujar Hodak dalam sebuah wawancara dengan ILeague. Sikap terbuka pelatih ini mencerminkan kebijakan tim untuk memberi kebebasan pada pemain mengoptimalkan kebugaran mereka, selama hasilnya positif di lapangan.
Reaksi Tanque terhadap pujian pelatih pun positif. Ia menyebut Pilates Reformer membantu mengurangi rasa lelah pada otot-otot inti setelah pertandingan keras, sekaligus memperbaiki postur tubuh saat berlari dan melompat. “Setelah rutin latihan di studio reformer, saya merasa lebih stabil saat duel udara dan lebih cepat pulih setelah sprint panjang,” ungkapnya dalam sesi media di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Prestasi Tanque tidak hanya terbatas pada jumlah gol. Pada dua laga terakhir, ia mencetak gol krusial melawan Semen Padang dan Bali United, memastikan Persib tetap berada di puncak klasemen Super League 2025/2026. Kedua kemenangan tersebut memperpanjang keunggulan Persib di atas pesaing tradisional dan menambah tekanan pada tim-tim lain yang berusaha mengejar poin.
Berikut rangkuman statistik performa Ramon Tanque sejak mengadopsi Pilates Reformer:
- Jumlah pertandingan dimainkan: 18
- Gol total: 8
- Assist: 2
- Frekuensi brace: 2 kali
- Persentase tembakan tepat sasaran: 45%
Dengan sisa tujuh pertandingan menjelang akhir musim, Tanque dan Persib menargetkan konsistensi untuk mengamankan gelar juara Super League. Pengalaman Tanque menunjukkan bahwa inovasi kebugaran pribadi dapat menjadi katalisator performa tim secara keseluruhan. Jika tren ini terus berlanjut, metode latihan alternatif seperti Pilates Reformer mungkin akan diadopsi lebih luas oleh pemain lain di liga.
Keberhasilan Ramon Tanque tidak hanya menambah kebanggaan bagi pendukung Persib, tetapi juga membuka diskusi tentang pentingnya pendekatan holistik dalam persiapan atletik. Kombinasi antara taktik pelatih, strategi tim, dan kebiasaan kebugaran individu membentuk fondasi kuat untuk meraih kemenangan. Bagi Persib Bandung, mesin gol baru ini siap menuntun klub menuju puncak klasemen, sementara para rival harus segera menyesuaikan taktik untuk mengatasi ancaman baru yang kini semakin tajam.
