PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 26 April 2026 | Dalam laga krusial 34. Putaran Swiss Super League, Thun vs Lugano berakhir dengan skor 0-1, menunda harapan pesta gelar juara bagi FC Thun. Pertandingan yang digelar di Stockhorn Arena pada 25 April 2026 menyaksikan lebih dari 10.000 pendukung Thun berkumpul, namun akhirnya harus menelan kekalahan tipis lewat tendangan penalti di menit ke-97.
Awal pertandingan berlangsung dramatis. Hanya dua puluh detik setelah peluit pembuka, bek tengah Genis Montolio terjatuh karena cedera dan harus digantikan oleh Lucien Dähler. Insiden tersebut memberi kesan awal bahwa Thun harus bermain dengan skuad yang belum stabil. Sementara itu, kedua tim saling menyerang, namun peluang besar masih belum tercipta.
Di babak pertama, serangan Lugano dipimpin oleh Georgios Koutsias yang sempat hampir membuka keunggulan pada menit ke-30, namun tembakannya meleset. Kastriot Imeri juga memiliki peluang emas bagi Thun, namun gagal menaklukkan gawang. Akhir babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Thun berusaha memanfaatkan kecepatan konter, namun Lugano mengendalikan standar set‑piece dan menciptakan peluang berbahaya melalui Mahmoud. Pada menit ke-68, penyerang Thun Elmin Rastoder hampir menambah angka, tetapi tendangannya hanya melambung di atas tiang gawang.
Menjelang akhir pertandingan, situasi semakin menegangkan. Pada menit ke-85, gol keeper Thun, Steffen Niklas, melakukan penyelamatan gemilang menolak tembakan Mahmoud yang hampir mengubah hasil. Namun, aksi krusial terjadi di menit ke-97 ketika Valmir Matoshi melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti terhadap Hadj Mahmoud. VAR menegaskan keputusan penalti, dan Ezgjan Alioski, pemain pengganti, mengeksekusi tendangan dengan tenang, mengamankan kemenangan 1-0 bagi Lugano.
Kekalahan ini memiliki konsekuensi besar bagi gelar juara. Sebelum pertandingan, FC Thun berada di puncak klasemen dan hanya memerlukan satu poin untuk mengamankan gelar pertama dalam sejarah klub. Namun, setelah Thun vs Lugano berakhir 0-1, keputusan akhir masih bergantung pada hasil laga lain pada hari Minggu, antara St. Gallen dan Young Boys. Jika St. Gallen gagal mengalahkan Young Boys, Thun dapat merayakan gelar dari sofa melalui acara public viewing yang akan diadakan di Stockhorn Arena. Sebaliknya, kemenangan Young Boys akan menunda perayaan hingga setidaknya satu minggu lagi.
Selain menunggu hasil kompetisi, Thun juga harus bersiap untuk pertandingan tandang berikutnya melawan FC Basel pada Sabtu malam pukul 20.30. Pertandingan ini menjadi peluang bagi Thun untuk memperbaiki moral dan menyiapkan diri menghadapi kemungkinan play‑off atau penyesuaian strategi di sisa musim.
Pelatih Mauro Lustrinelli menilai penampilan timnya sebagai “kali ini kami kurang tenang di area penalti, namun semangat juang tetap tinggi”. Sementara itu, pelatih Lugano Mattia Croci‑Torti memuji taktik defensif timnya yang berhasil menahan serangan Thun, serta eksekusi penalti yang tepat waktu.
Para suporter Thun tetap optimis meski mengalami kekecewaan. “Kami tetap percaya, satu pertandingan lagi dan kami akan menjadi juara,” ujar salah satu suporter yang hadir di stadion. Atmosfer tetap bersahabat, menandakan semangat komunitas yang kuat meski hasil pertandingan tidak sesuai harapan.
Secara statistik, Thun mencatat 7 tembakan ke arah gawang, tetapi hanya 2 yang benar-benar mengancam. Lugano mencatat 9 tembakan, dengan 4 tepat sasaran. Kedua tim menunjukkan tingkat kepemilikan bola yang seimbang, namun kegagalan Thun dalam memanfaatkan peluang menjadi faktor penentu.
Dengan hasil ini, tabel klasemen Super League tetap menegangkan. FC Thun menempati posisi teratas dengan 71 poin, sementara Lugano berada di posisi keempat dengan 63 poin. Pertarungan di puncak klasemen masih terbuka lebar, dan laga akhir musim diprediksi akan menjadi penentu akhir musim.
Kesimpulannya, Thun vs Lugano memberikan drama yang menegangkan, menunda harapan pesta gelar juara Thun dan menambah ketegangan di puncak klasemen. Seluruh mata kini tertuju pada laga antara St. Gallen dan Young Boys, serta pertandingan tandang Thun melawan Basel, yang akan menentukan nasib akhir musim Swiss Super League.
