Hujan Deras Mengguyur Jakarta dan Bali, Banjir serta Longsor Mengancam Warga

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Mei 2026 | Jakarta dan sebagian wilayah Bali dilanda hujan deras pada Senin (4/5/2026), menimbulkan kondisi banjir di ibu kota serta memicu tanah longsor di Karangasem, Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan curah hujan ringan hingga sedang menyebar dari pagi hingga malam, dengan suhu udara berkisar antara 24‑30 derajat Celcius dan kelembapan tinggi mencapai 97 persen di beberapa titik.

Di wilayah Jakarta, intensitas hujan paling tinggi tercatat di Jakarta Selatan, di mana suhu berada pada kisaran 24‑30°C dan kelembapan 71‑97%. Wilayah lain seperti Jakarta Pusat, Utara, Barat, dan Timur mengalami hujan ringan dengan suhu 25‑30°C serta kelembapan antara 72‑95%. Kepulauan Seribu diprediksi mengalami hujan ringan dengan suhu 27‑28°C dan kelembapan 78‑86%.

Baca juga:
Wilayah Suhu (°C) Kelembapan (%) Intensitas Hujan
Jakarta Selatan 24‑30 71‑97 Sedang
Jakarta Pusat 25‑30 73‑94 Ringan
Jakarta Utara 26‑29 76‑91 Ringan
Jakarta Barat 25‑30 72‑95 Ringan
Jakarta Timur 24‑30 72‑96 Ringan
Kepulauan Seribu 27‑28 78‑86 Ringan

Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan banjir seperti daerah pinggiran selatan dan timur Jakarta. Potensi genangan air masih tinggi, dan mobilitas harian dapat terganggu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan tim tanggap darurat untuk memantau situasi dan membantu evakuasi bila diperlukan.

Sementara itu, di Pulau Bali, khususnya di Kabupaten Karangasem, hujan lebat pada Sabtu (2/5/2026) memicu tanah longsor di Banjar Dinas Munti Gunung Kangin, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu. Longsor menimpa rumah warga I Made Gampil, merusak bagian dapur seluas 7 × 3 meter dan kamar mandi 2 × 2 meter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem memperkirakan kerugian mencapai Rp30 juta dan segera memasang terpal penahan pada bagian yang masih labil.

Baca juga:

Plt. Kepala Seksi Penanggulangan Bencana, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menjelaskan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 16.30 WITA setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama kepala dusun langsung melakukan asesmen lapangan dan menyiapkan bantuan darurat bagi warga terdampak.

Para ahli mengingatkan bahwa kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang sudah jenuh air meningkatkan risiko terjadinya longsor, terutama di daerah pegunungan yang memiliki kemiringan tajam. Masyarakat disarankan untuk tidak mendirikan bangunan di zona rawan serta mengikuti arahan pihak berwenang ketika peringatan cuaca berlanjut.

Baca juga:

Ke depan, prakiraan cuaca menunjukkan bahwa intensitas hujan akan berkurang pada Selasa (5/5/2026), meski hujan ringan masih diperkirakan terjadi di beberapa wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu. Di Bali, cuaca diprediksi tetap lembap, sehingga potensi hujan lebat dan tanah longsor masih perlu diwaspadai.

Secara keseluruhan, fenomena hujan deras kali ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan koordinasi lintas sektor antara Badan Meteorologi, Pemerintah Daerah, serta Badan Penanggulangan Bencana. Langkah mitigasi seperti pembersihan saluran drainase, penegakan zona aman, serta edukasi publik menjadi kunci untuk mengurangi dampak bencana di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *