KOSPI Mendekati 7.000 Poin, Didorong Lonjakan Chip AI, Beli Asing, dan Pembayaran Pajak Warisan Samsung

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 05 Mei 2026 | Pasar saham Korea Selatan mencatat lonjakan spektakuler pada Senin, 4 Mei 2026, ketika indeks acuan KOSPI naik lebih dari 5 % dan mendekati level psikologis 7.000 poin. Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi faktor fundamental, termasuk aksi beli agresif investor asing pada saham semikonduktor, rally chip AI, serta pembayaran pajak warisan terbesar dalam sejarah Samsung Family.

Menurut data yang dirilis oleh bursa, KOSPI menambah 338,12 poin atau 5,12 % menjadi 6.936,99, mencetak rekor harian tertinggi. Volume perdagangan mencapai 864,3 juta saham senilai 41,3 triliun won (sekitar US$28,2 miliar), menandakan likuiditas yang sangat tinggi. Dalam sesi tersebut, jumlah saham yang turun (473) lebih banyak daripada yang naik (392), namun pergerakan nilai tetap menguat karena pembelian besar di sektor teknologi.

Baca juga:

Chipmaker terkemuka Samsung Electronics mencatat kenaikan 5,44 % dan ditutup pada 232.500 won per lembar. Rivalnya, SK Hynix, melesat 12,52 % hingga menyentuh 1,4 juta won, memecahkan rekor kapitalisasi pasar pertama kali menembus batas 10 triliun won. Kenaikan kedua perusahaan ini menegaskan peran sentral industri semikonduktor dalam menggerakkan KOSPI, terutama setelah munculnya permintaan global untuk chip AI dan data center.

Sektor lain yang turut menyumbang dorongan positif antara lain Samsung Electro-Mechanics (+10,34 %), Hanwha Aerospace (+3,39 %), serta produsen mobil Hyundai Motor (+1,51 %). Di sisi lain, saham bioteknologi seperti Celltrion dan Samsung Biologics mengalami penurunan masing-masing 1,35 % dan 2,58 %, menunjukkan perbedaan sentimen antar industri.

Faktor eksternal tak kalah penting. Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana “Proyek Kebebasan” yang akan membuka kembali Selat Hormuz untuk kapal sipil yang tidak terlibat dalam konflik Iran‑AS. Pengumuman ini menurunkan harga minyak dunia; West Texas Intermediate turun 0,59 % menjadi US$101,34 per barel, sementara Brent turun 0,27 % menjadi US$107,88 per barel. Penurunan energi global menurunkan tekanan inflasi dan meningkatkan optimism investor terhadap pasar emerging, termasuk Korea Selatan.

Aliran modal asing menjadi sorotan utama. Selama sesi, investor luar negeri membeli saham lokal senilai sekitar 3 triliun won, sedangkan institusi domestik menambah posisi bersih sebesar 1,9 triliun won. Sebaliknya, investor ritel mengalami net outflow sebesar 4,8 triliun won, mencerminkan pergeseran alokasi ke arah pemain institusional yang lebih percaya pada prospek jangka panjang KOSPI.

Baca juga:

Pergerakan nilai tukar won juga memberi kontribusi positif. Korean won diperdagangkan pada 1.462,8 won per dolar AS, menguat 20,5 won dibandingkan penutupan sebelumnya, menjadikan mata uang lokal paling kuat sejak akhir Februari. Kenaikan nilai tukar menurunkan biaya impor dan meningkatkan profitabilitas perusahaan yang bergantung pada bahan baku luar negeri.

Berikut rangkuman data utama pada penutupan KOSPI 4 Mei 2026:

  • Indeks KOSPI: 6.936,99 (+5,12 %)
  • Volume perdagangan: 864,3 juta saham (US$28,2 miliar)
  • Samsung Electronics: +5,44 % → 232.500 won
  • SK Hynix: +12,52 % → 1,4 juta won (kapitalisasi >10 triliun won)
  • Investor asing: pembelian bersih 3 triliun won
  • Investor institusional: pembelian bersih 1,9 triliun won
  • Investor ritel: penjualan bersih 4,8 triliun won
  • Kurs won/USD: 1.462,8

Selain faktor pasar, keluarga Samsung baru saja menyelesaikan pembayaran pajak warisan yang tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah Korea Selatan. Kewajiban pajak tersebut mencerminkan nilai aset keluarga yang melampaui satu triliun dolar, dan sekaligus menegaskan komitmen mereka terhadap kepatuhan fiskal.

Dengan kombinasi dukungan kebijakan luar negeri, permintaan global untuk chip AI, serta aliran modal asing yang kuat, KOSPI berada pada jalur menuju zona “KOSPI 7.000”. Analis pasar memperkirakan bahwa jika tren beli asing dan kebijakan geopolitik tetap kondusif, indeks dapat menembus angka tersebut dalam beberapa minggu ke depan.

Baca juga:

Namun, risiko tetap ada. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, meski mereda sementara, dapat kembali memicu volatilitas. Selain itu, koreksi sektor teknologi secara global atau kebijakan moneter ketat di negara maju dapat menurunkan likuiditas. Investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan geopolitik dan data ekonomi global sebelum menambah eksposur pada pasar Korea Selatan.

Secara keseluruhan, KOSPI menunjukkan dinamika positif yang didorong oleh faktor fundamental kuat, aliran modal asing, serta kebijakan geopolitik yang mengurangi ketidakpastian. Jika momentum ini berlanjut, pencapaian level 7.000 poin tidak lagi sekadar harapan, melainkan kemungkinan yang sangat nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *