PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 April 2026 | Jakarta, 25 April 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan alokasi dana sebesar Rp5,7 miliar untuk layanan video conference yang akan beroperasi dari April hingga Desember 2026. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa investasi tersebut ditujukan untuk memperkuat koordinasi serta edukasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.
Menurut Dadan Hindayana, program MBG tidak hanya membutuhkan distribusi bahan makanan bergizi, melainkan juga sistem komunikasi yang mampu menyampaikan arahan teknis secara seragam kepada ribuan pelaksana di tingkat pusat, provinsi, hingga desa. “Koordinasi yang cepat, serentak, dan terdokumentasi menjadi faktor kunci keberhasilan program,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Layanan video conference yang akan dibangun merupakan platform enterprise terpusat yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN. Beberapa fitur utama platform antara lain:
- Kapasitas sekitar 5.000 pengguna aktif secara bersamaan.
- Kemampuan menampung hingga 50.000 peserta dalam satu sesi virtual.
- Integrasi dengan sistem manajemen data BGN untuk pencatatan rapat dan distribusi materi.
- Keamanan data tingkat tinggi sesuai standar pemerintah.
Platform ini akan dimanfaatkan oleh seluruh struktur organisasi BGN, mulai dari pimpinan setara eselon I hingga kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah. Penggunaan video conference mencakup beragam aktivitas, antara lain:
- Rapat koordinasi nasional dan daerah untuk sinkronisasi kebijakan.
- Sosialisasi pedoman teknis MBG kepada pelaksana lapangan.
- Bimbingan teknis dan pelatihan daring bagi petugas gizi.
- Forum evaluasi berkala untuk memantau capaian program.
- Kegiatan edukasi publik mengenai pentingnya gizi seimbang.
Dadan Hindayana menambahkan bahwa dengan kapasitas besar, BGN dapat menjangkau puluhan ribu peserta dalam satu waktu, termasuk pelaksana di wilayah terpencil yang selama ini mengalami keterbatasan akses informasi. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pesan, arahan, dan standar pelaksanaan program dapat diterima secara utuh, tanpa terdistorsi,” jelasnya.
Pengadaan layanan ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi anggaran. Dengan mengurangi kebutuhan perjalanan dinas, BGN dapat mengalokasikan lebih banyak dana untuk kebutuhan operasional lapangan, seperti penyediaan bahan makanan bergizi dan peningkatan infrastruktur kesehatan.
Secara keseluruhan, video conference BGN menjadi elemen krusial dalam upaya pemerintah mempercepat pencapaian target MBG, yang menargetkan peningkatan status gizi anak balita dan ibu hamil secara nasional. Dadan Hindayana menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral, termasuk kementerian terkait, pemerintah daerah, serta organisasi non‑pemerintah.
Dengan dukungan teknologi ini, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih terkoordinasi, transparan, dan responsif terhadap tantangan di lapangan, sehingga manfaat gizi yang optimal dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
