Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026: Menghadirkan Karya Tujuh Seniman Indonesia

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 Mei 2026 | Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026 resmi dibuka untuk publik pada Kamis, 7 Mei 2026, di Scuola Internazionale di Grafica Venezia. Tujuh seniman Indonesia terpilih berkolaborasi menampilkan karya bertema Printing the Unprinted yang menghadirkan cerita tentang pelayaran agung.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meresmikan Paviliun Indonesia pada ajang Venice Biennale di Scuola Internazionale di Grafica Venezia, Italia. Paviliun tersebut menampilkan hasil residensi tujuh seniman Indonesia melalui tema “Printing the Unprinted”.

Baca juga:

Para seniman yang berkolaborasi menampilkan karya bersama di Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026 adalah Agus Suwage, Syahrizal Pahlevi, Nurdian Ichsan, R.E. Hartanto, Theresia Agusyina Sitompul, Mariam Sofrina, dan Rusyan Yasin. Mereka menjalani residensi selama empat pekan sebelum membuat karya yang dipajang di Paviliun Indonesia.

Fadli Zon dalam sambutannya mengatakan partisipasi Indonesia dalam Biennale Venesia menjadi bentuk komitmen negara untuk menempatkan budaya sebagai bagian penting dari pembangunan, diplomasi, ekonomi, dan kontribusi bagi peradaban dunia. Ia juga menyinggung identitas Indonesia sebagai negara maritim dengan lebih dari 17 ribu pulau, 1.340 kelompok etnis, dan 718 bahasa daerah.

“Kedalaman sejarah ini memberi kami keharusan untuk bertanggung jawab dan inspirasi untuk melanjutkan narasi peradaban kami bagi dunia,” katanya. Kurator pameran Aminudin TH Siregar mengatakan tema “Printing the Unprinted” menjadi cara Paviliun Indonesia menawarkan perspektif berbeda dalam memahami dunia dan percakapan global.

Pameran “Printing the Unprinted” di Paviliun Indonesia akan berlangsung hingga 22 November 2026. Pameran tersebut berangkat dari manuskrip rekaan berjudul “Mentjap jang Tiada Bertjap: Plajeran Agoeng” yang menjadi titik tolak narasi karya para seniman.

Para seniman menyiapkan karya secara langsung di Venesia setelah menjalani residensi selama empat pekan di Scuola Internazionale di Grafica Venezia. Mereka mengikuti lokakarya seni cetak bersama pengajar Scuola Grafica dengan menggunakan pelat tembaga dan cat berbasis air ramah lingkungan sebagai medium utama karya mereka.

Perupa R.E. Hartanto mengaku membutuhkan beberapa kali percobaan untuk menemukan bentuk dan komposisi warna yang sesuai bagi karya potret yang ia buat. Paviliun Indonesia juga menampilkan hasil kolaborasi tujuh seniman senior dengan tujuh talenta muda Indonesia yang mengikuti program residensi seni untuk penyembuhan atau art healing di Florence, Italia.

Kolaborasi tersebut difasilitasi oleh Komunitas Kreatif Negeri Elok melalui program pendampingan dan penciptaan karya bersama yang turut dipamerkan di salah satu ruang Scuola Internazionale di Grafica Venezia. Dengan demikian, Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026 menjadi wadah untuk memperkenalkan karya-karya seniman Indonesia dan mempromosikan budaya Indonesia di kancah internasional.

Kehadiran Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026 membuktikan komitmen Indonesia untuk memajukan budaya dan seni. Dengan menghadirkan karya-karya seniman Indonesia, Paviliun Indonesia menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *