PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 Juni 2026 | Baru-baru ini, sebanyak 5 peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal dunia saat mengikuti pelatihan dasar kemiliteran (latsarmil) untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Kematian ini memicu sorotan terhadap relevansi kegiatan militer dengan tugas manajerial koperasi.
Pakar Universitas Gadjah Mada (UGM), Subarsono, menilai pelatihan dasar militer kurang relevan dengan tugas yang nantinya dijalani manajer koperasi. Menurutnya, tugas utama manajer koperasi semestinya berfokus pada eksekusi kebijakan strategis yang telah dirancang pengurus menjadi langkah operasional sehari-hari.
Subarsono mencontohkan bahwa manajer koperasi harus mengelola staf, mengawasi arus kas, memastikan target penjualan tercapai, serta melaporkan kinerja bisnis kepada pengurus secara berkala demi kesejahteraan anggota. Oleh karena itu, pelatihan yang lebih tepat untuk manajer KDMP semestinya berkaitan dengan tata kelola koperasi, kepemimpinan dan manajemen sumber daya manusia (SDM), manajemen keuangan digital, kewirausahaan dan inovasi model bisnis, perencanaan strategis, serta pemasaran khususnya e-marketing.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya lima peserta SPPI dalam rangka pelatihan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan program, baik dari aspek keselamatan peserta maupun efektivitas kurikulum dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi secara profesional.
Nurdin Halid menegaskan bahwa SPPI memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM unggul sebagai penggerak Koperasi Desa Merah Putih yang akan menjadi motor penguatan ekonomi desa. Karena itu, pelaksanaan program harus mengedepankan standar keselamatan peserta tanpa mengurangi kualitas pembentukan kompetensi yang dibutuhkan untuk mengelola koperasi secara profesional dan berkelanjutan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan bahwa pemerintah akan menyampaikan update terkait kematian lima peserta SPPI calon manajer KDMP dan KNMP. Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memonitor meninggalnya peserta SPPI calon manajer Kopdes.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Saadiah Uluputty, mendesak pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan latsarmil kepada para calon manajer KDMP dan KNMP. Ia menilai, peristiwa tersebut tidak dapat dipandang semata sebagai musibah. Komisi XIII akan meminta penjelasan pemerintah dan penyelenggara serta mendorong audit kepatuhan HAM.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai mendorong Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI agar mengevaluasi Latsarmil tersebut. Ia mengaku prihatin atas jatuhnya korban jiwa dalam kegiatan yang diikuti warga sipil namun bernuansa kemiliteran tersebut.
Kesimpulan, kematian 5 peserta latsarmil menimbulkan pertanyaan tentang relevansi pelatihan dasar kemiliteran dengan tugas manajerial koperasi. Evaluasi program SPPI diperlukan untuk memastikan keselamatan peserta dan efektivitas kurikulum dalam menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi secara profesional.
