Prabowo Singgung Kritik, Tegaskan Indonesia Paling Aman di Dunia—Siapa yang Mau Kabur?

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 30 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menjadi sorotan publik setelah pidatonya pada acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu 29 April 2026. Dalam sambutan yang memadukan visi ekonomi dengan komentar tajam terhadap kritik, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia adalah negara paling aman di dunia, sekaligus menantang pihak-pihak yang menuduh negeri ini “gelap” untuk “kabur” bila memang menginginkannya.

Pidato tersebut menyoroti program kemandirian bangsa melalui hilirisasi sumber daya alam. Prabowo menekankan bahwa selama ini Indonesia banyak mengekspor bahan mentah, sementara kini pemerintah bertekad menambah nilai melalui pengolahan dalam negeri. “Kita tidak lagi mengirimkan bahan mentah saja, melainkan membangun industri hilirisasi yang menghasilkan produk bernilai tinggi,” ujarnya.

Baca juga:

Namun, tak lama setelah pidato, cuplikan satu kalimat memicu perdebatan. Prabowo menyebut, “Indonesia gelap, matanya buram. Jika ada yang pintar dan tidak suka situasi ini, silakan kabur saja, bahkan ke Yaman jika mau.” Pernyataan tersebut menuai reaksi keras dari sejumlah kalangan, termasuk media dan aktivis yang menilai komentar itu mengintimidasi.

Menanggapi kegaduhan, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa fokus publik seharusnya pada substansi kebijakan, bukan pada satu kalimat yang di‑”cherry picking”. “Jangan hanya menyoroti kata ‘Indonesia gelap’ atau saran kabur ke Yaman. Lihatlah poin‑poin penting tentang kemandirian ekonomi dan keamanan nasional yang disampaikan Prabowo,” kata Qodari dalam acara Satu Meja The Forum Kompas TV.

Selain menegaskan kembali keamanan negara, Prabowo menambahkan bahwa Indonesia kini ditempatkan sebagai negara paling aman di dunia. Ia mengajak masyarakat untuk membuka berita, mengamati data keamanan, dan merasakan sendiri stabilitas yang ada. “Hei orang‑orang pintar, bukalah berita, lihatlah. Kita berada di posisi teraman secara global sekarang,” serunya.

Baca juga:

Komitmen keamanan tersebut tidak lepas dari konteks geopolitik global yang semakin kompleks. Prabowo mengingatkan dampak perang di Ukraina, Gaza, serta ketegangan di Teluk Persia terhadap harga pangan dan energi di Indonesia. “Kita tidak ikut‑ikut, tetapi efeknya terasa di dalam negeri,” ujarnya, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada gejolak luar.

Para pengamat menilai bahwa pernyataan “kabur saja” bersifat provokatif namun sekaligus mencerminkan kepercayaan diri pemerintah atas situasi keamanan dalam negeri. Sementara itu, kritikus menilai komentar tersebut sebagai upaya mengalihkan perhatian dari isu‑isu hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat. Qodari, bagaimanapun, menegaskan bahwa setiap kritik harus dilihat secara menyeluruh, bukan sekadar potongan kalimat.

Sejumlah tokoh politik lain juga memberikan komentar. Beberapa menyambut baik program hilirisasi sebagai langkah strategis untuk mengurangi defisit perdagangan, sementara yang lain menyoroti perlunya transparansi dalam pemberian konsesi tambang dan perkebunan. Prabowo menutup pidatonya dengan menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen untuk memastikan kekayaan alam dinikmati seluruh rakyat, bukan hanya segelintir elit.

Baca juga:

Secara keseluruhan, pernyataan Prabowo menegaskan dua hal utama: pertama, Indonesia dianggap sebagai negara paling aman di dunia; kedua, kritik yang menyebut Indonesia “gelap” dianggap tidak berdasar, bahkan dihadapkan pada tantangan untuk “kabur” bila tidak puas. Reaksi Qodari menambah dimensi diskusi, mengingatkan publik untuk menilai kebijakan secara holistik. Bagaimana respons publik terhadap kombinasi antara kebijakan ekonomi ambisius dan retorika politik yang tajam ini, masih menjadi pertanyaan yang menarik untuk dipantau dalam minggu‑minggu mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *