PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 April 2026 | Selebgram berpengaruh Fujianti Utami, yang lebih dikenal dengan nama Fuji, menegaskan pada Senin (20/4/2026) di Polres Metro Jakarta Selatan bahwa ia tidak lagi mengharapkan uang yang diduga digelapkan kembali. Sebaliknya, ia menuntut agar mantan admin media sosialnya dijatuhi hukuman yang seadil‑adilnya atas kasus penggelapan dana Fuji yang merugikannya hampir satu miliar rupiah.
Fuji mengungkapkan kekecewaannya secara tegas kepada wartawan. “Aku pengin dia dihukum seadil‑adilnya karena apa yang sudah dia perlakukan sudah kelewatan banget, bukan sekadar soal uang,” ujarnya. Ia menambahkan, “Jika uang itu bisa kembali, saya akan bersyukur, namun realistisnya saya tidak yakin ada cara dia mengembalikan dana hampir empat digit tersebut.”
Kasus ini bermula pada akhir 2025 ketika Fuji melaporkan dugaan penggelapan dana endorsement kepada kepolisian. Menurut keterangan kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, mantan admin tersebut memperoleh gaji yang cukup, namun tetap memilih untuk menyalahgunakan aksesnya dan mengalihkan dana perusahaan ke rekening pribadi, bahkan membeli mobil untuk pacarnya. Data yang hilang meliputi ribuan chat, foto, dan dokumen penting yang diperlukan Fuji untuk menyelesaikan kontrak dengan merek-merek sponsor.
Proses hukum kini telah memasuki fase penyidikan setelah tahap penyelidikan selesai. Pihak kepolisian berencana mengarahkan terlapor ke mediasi, namun Fuji menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah memastikan pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal. “Saya tidak mau berdamai dengan kezaliman ini. Jika dia dipenjara, itu menjadi pelajaran bagi siapa saja yang berani menggelapkan dana,” tegasnya.
- Jumlah dana yang dipertanyakan: sekitar Rp1 miliar.
- Motif pelaku: tidak jelas, mengingat gaji yang sudah memadai.
- Tindakan pelaku: menghapus data penting, menggunakan dana untuk keperluan pribadi.
- Status hukum: naik ke tahap penyidikan, kemungkinan penetapan tersangka.
Reaksi publik beragam. Sebagian netizen menyuarakan dukungan kepada Fuji, menilai bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa memandang status sosial. Sementara yang lain mengingatkan pentingnya proses hukum yang transparan dan menghindari prasangka. Pengamat hukum menilai bahwa kasus penggelapan dana Fuji dapat menjadi contoh penting bagi industri influencer, di mana transparansi keuangan dan akuntabilitas menjadi kunci utama.
Fuji sendiri dikenal sebagai sosok yang aktif di platform Instagram dengan jutaan pengikut. Kehilangan dana tidak hanya berdampak pada keuangan pribadi, tetapi juga mengganggu reputasinya di mata brand. Ia harus mengulang kontak dengan sejumlah sponsor untuk memastikan pembayaran kembali, yang memakan waktu dan sumber daya.
Dengan proses hukum yang terus berjalan, Fuji berharap agar kasus ini menjadi peringatan bagi para asisten atau admin media sosial selebriti lain. Ia menutup wawancara dengan pernyataan bahwa keadilan lebih penting daripada uang yang hilang, dan mengharapkan keputusan hakim dapat menegakkan prinsip keadilan yang sejati.
