Modus COD Mengejutkan: Ayah Pakai Anak Sebagai Tameng Saat Gagal Gasak Honda Revo

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Sebuah kasus kejahatan yang melibatkan taktik tidak manusiawi baru-baru ini menghebohkan publik. Seorang ayah yang diduga terlibat dalam jaringan pencurian motor, khususnya Honda Revo, menggunakan anaknya yang masih balita sebagai tameng ketika upaya pencurian gagal. Insiden tersebut terungkap setelah korban melaporkan adanya percobaan perampokan di sebuah gang sempit di daerah Jakarta Barat.

Menurut saksi mata, pelaku pertama kali mencoba menggelindingkan Honda Revo milik korban dengan menginjak gas secara mendadak. Ketika kendaraan tidak dapat bergerak karena terhalang kendaraan lain, sang ayah menurunkan anaknya yang berusia sekitar tiga tahun ke posisi duduk di depan motor, tepat di depan setang, dengan harapan anak tersebut akan menjadi penghalang fisik bagi pihak berwenang atau saksi yang mencoba menghentikan aksi.

Baca juga:

Praktik semacam ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam nyawa anak. Ahli keselamatan berkendara, Agus Sani, Kepala Promosi Keselamatan Berkendara di Wahana, menegaskan bahwa menempatkan anak di depan pengendara merupakan “zona paling berbahaya”. “Anak kecil memiliki rasa penasaran tinggi; mereka bisa tanpa sengaja memutar gas, mengakibatkan motor melaju tak terkendali, terutama pada motor matik seperti Honda Revo,” ujarnya dalam wawancara dengan Kompas.com pada 13 April 2026.

Selain risiko teknis, posisi anak di depan mengganggu ergonomi pengendara. Pandangan menjadi terhalang, ruang gerak untuk mengontrol kemudi terbatas, dan anak berada dalam jarak terdekat dengan debu, kerikil, serta potensi benturan keras saat pengereman mendadak. Dalam konteks kejahatan, taktik ini menambah dimensi kejam, memanfaatkan ketidakmampuan anak untuk melindungi diri dan menambah tekanan psikologis pada korban.

Berbagai pihak kini menuntut penegakan hukum yang tegas terhadap modus ini. Polisi DKI mengkonfirmasi bahwa mereka telah membuka penyelidikan khusus tentang penggunaan anak sebagai alat bantu dalam aksi pencurian motor. “Jika terbukti, pelaku akan dikenai pasal tentang penyalahgunaan anak serta tindak pidana pencurian dengan kekerasan,” kata Komisaris Polresta Jakarta Barat, Budi Santoso.

Baca juga:

Kasus ini juga memunculkan diskusi publik mengenai pentingnya edukasi keselamatan bagi orang tua. Berikut beberapa langkah yang disarankan oleh ahli keselamatan:

  • Selalu tempatkan anak di jok belakang dengan helm yang sesuai standar.
  • Jangan pernah mengizinkan anak berada di posisi depan, terutama saat mengendarai motor dengan transmisi otomatis.
  • Pastikan pengendara memiliki kontrol penuh atas gas dan rem, tanpa adanya gangguan fisik dari penumpang.
  • Lakukan pemeriksaan rutin pada sistem pengaman motor, seperti rem dan throttle, untuk menghindari respons tak terduga.
  • Berikan edukasi kepada anak tentang bahaya naik motor tanpa perlindungan yang tepat.

Modus COD (Cash on Delivery) yang melibatkan penjualan motor secara cepat dan tidak resmi seringkali menjadi celah bagi jaringan kriminal. Mereka memanfaatkan proses penyerahan barang secara langsung untuk melakukan pencurian atau penipuan. Penambahan taktik penggunaan anak sebagai tameng menambah tingkat kejahatan yang lebih berat, karena melibatkan unsur pelecehan terhadap anak.

Para pengamat mengingatkan bahwa penegakan regulasi terhadap penjualan motor bekas secara online harus diperketat. Platform e‑commerce diharapkan dapat menambah verifikasi identitas penjual dan pembeli, serta memberikan peringatan khusus terkait potensi modus kejahatan ini.

Baca juga:

Kasus ayah yang memanfaatkan anaknya sebagai tameng ini menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat. Tidak hanya menyoroti kebobrokan moral pelaku, tetapi juga menegaskan kembali pentingnya kesadaran akan bahaya boncengan anak di depan motor. Semoga langkah-langkah penegakan hukum dan edukasi publik dapat mencegah terulangnya tindakan serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *