PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 April 2026 | Stadion Gelora Delta di Sidoarjo akan menjadi saksi laga penentu juara pada Jumat, 24 April 2026 pukul 19.30 WIB, ketika Malaysia dan Vietnam bertemu dalam final Piala AFF U17 2026. Pada hari yang sama, laga perebutan tempat ketiga akan mempertemukan Laos dengan Australia pada pukul 15.30 WIB.
Jadwal resmi turnamen menegaskan bahwa kompetisi berlangsung dari 11 hingga 24 April 2026, menampilkan enam negara anggota ASEAN. Grup A yang diisi oleh Indonesia, Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste selesai dengan Vietnam unggul berkat kemenangan 4-0 atas Malaysia pada 13 April 2026. Kemenangan itu menegaskan posisi Vietnam sebagai favorit, mengingat catatan historis mereka yang pernah menjadi juara tiga kali (2006, 2010, 2017) dan runner‑up dua kali (2016, 2022).
Di semifinal, Malaysia menaklukkan Laos dengan skor 3-0, sementara Vietnam mengalahkan tuan rumah bertahan, Australia, dengan skor tipis 2-1 setelah melakukan comeback pada menit ke-45+4 dan ke-61. Kedua kemenangan tersebut membawa masing‑masing tim ke final, menambah catatan Malaysia yang selalu menjadi juara setiap kali mencapai final (2013, 2019, 2022).
Selain sorotan tim senior, turnamen Piala AFF U17 2026 juga menjadi ajang pembuktian bagi talenta muda Indonesia. Gelandang berusia 18 tahun, Evandra Florasta, yang sebelumnya menampilkan aksi cemerlang bersama Timnas U‑17 pada Piala Dunia U‑17 2025, akhirnya melakukan debut di level profesional bersama Bhayangkara FC pada pekan ke‑29 BRI Super League 2025/26. Penampilannya di atas lapangan Manahan melawan Persis Solo menandai transisi penting dari kompetisi usia junior ke liga senior, meski timnya harus menelan kekalahan 1-2.
Keberhasilan Evandra menembus batasan usia menambah harapan akan generasi baru yang siap mengisi skuad senior nasional. Pengamat menilai bahwa pengalaman internasional di turnamen Piala AFF U17 2026 akan memperkaya taktik dan mental pemain muda Indonesia, sekaligus memberi mereka paparan kompetisi tingkat tinggi.
Tak hanya sepak bola lapangan, futsal usia U‑17 juga menunjukkan pertumbuhan signifikan di kawasan Asia. Di Filipina, tim PFF BEACH Hut FC meraih kemenangan 5‑0 melawan Nemesis Gaia FA pada babak penyisihan akhir, dipimpin hat‑trick Santi Balajadia. Sementara itu, turnamen Community League Youth U‑17 di Bangalore menampilkan aksi mengesankan dari Alchemy Terra, Raman SA Blue, dan tim-tim lain, menegaskan bahwa kompetisi U‑17 menjadi ladang bakat lintas disiplin olahraga.
Berbagai kompetisi ini mencerminkan upaya federasi regional dalam memperkuat struktur pengembangan usia muda. Dengan agenda turnamen yang terjadwal rapi, penyiaran langsung melalui platform Vidio, serta dukungan media lokal, eksposur pemain U‑17 semakin luas, membuka peluang sponsor dan profesionalisasi lebih dini.
Menatap akhir turnamen, Vietnam masuk sebagai favorit utama, mengingat kemenangan historis mereka atas Malaysia di fase grup dan kemampuan untuk bangkit dari ketertinggalan di semifinal. Malaysia, meski selalu tampil kuat di final, akan berupaya mematahkan dominasi Vietnam. Bagi Indonesia, meski tidak melaju ke final, pengalaman yang didapat pemain seperti Evandra Florasta dapat menjadi batu loncatan menuju keberhasilan di ajang senior.
Dengan semangat kompetisi yang tinggi, Piala AFF U17 2026 tidak hanya menampilkan persaingan antarnegara, melainkan juga menyoroti perkembangan ekosistem sepak bola dan futsal usia muda di Asia Tenggara dan sekitarnya.
