Banyumas Sulap 738 Ton Sampah Sehari, Prabowo Turun Tangan Bantu Rekam Jejak Zero Waste 2028

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengunjungi Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Kaliori, Kabupaten Banyumas pada Selasa, 28 April 2026. Kunjungan itu menjadi sorotan nasional setelah Prabowo menyatakan sistem pengelolaan sampah Banyumas sebagai model terbaik yang siap direplikasi di seluruh Indonesia.

Menurut data resmi yang dipaparkan selama rapat kerja, Kabupaten Banyumas menghasilkan 738,80 ton sampah per hari. Dari total tersebut, sekitar 77 persen telah berhasil diproses melalui rangkaian sistem terintegrasi, mulai dari pemilahan di rumah tangga, pengumpulan oleh tim TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah 3R), hingga pengolahan akhir di TPST yang menghasilkan Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif. Sisanya, yakni 23 persen, masih berada dalam tahap penanganan, terutama di wilayah yang belum dilengkapi fasilitas pengolahan terpadu.

Baca juga:

Model “waste to value” yang diterapkan di Banyumas mengandalkan prinsip ekonomi sirkular. Setiap tahap proses dirancang untuk memaksimalkan nilai ekonomi dari sampah, sehingga tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Sebagai contoh, RDF yang dihasilkan telah menjadi komoditas penting bagi empat pabrik semen di Jawa Tengah yang berperan sebagai offtaker, sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

Berikut rangkuman data utama pengelolaan sampah di Banyumas:

Parameter Nilai
Total sampah harian 738,80 ton
Persentase yang dikelola 77%
Volume RDF diproduksi ≈ 150 ton/hari
Jumlah TPS3R aktif 42 unit
Jumlah rumah tangga berpartisipasi ≈ 120.000 KK

Presiden Prabowo menegaskan bahwa masalah sampah menjadi prioritas nasional yang harus diselesaikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan. “Sistem ini sangat efektif dan layak menjadi Best Practice. Pemerintah pusat siap memberikan dukungan penuh, termasuk bantuan langsung untuk memperluas model ini ke daerah lain,” ujarnya di lokasi.

Baca juga:

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menambahkan bahwa pengembangan RDF kini telah meluas ke 13 kabupaten di wilayah tengah Pulau Jawa, dengan tiga di antaranya sudah beroperasi secara penuh. Kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemkot, dan sektor industri dipandang sebagai kunci keberhasilan model Banyumas.

Selain RDF, TPST BLE juga mengimplementasikan program edukasi lingkungan bagi sekolah dan komunitas lokal. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan pemilahan sampah, workshop pembuatan kompos, serta kunjungan industri ke fasilitas pengolahan. Pendekatan edukatif ini bertujuan menumbuhkan budaya zero waste sejak usia dini.

Rencana replikasi nasional mencakup tiga wilayah metropolitan di Jawa Tengah: Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya. Pemerintah provinsi menargetkan pencapaian zero waste pada tahun 2028, satu tahun lebih cepat dari target nasional 2029. Jika berhasil, model ini dapat menjadi standar baru dalam pengelolaan sampah di seluruh Indonesia.

Baca juga:

Keberhasilan Banyumas tidak lepas dari peran aktif Bupati Sadewo Tri Listiono, yang sejak 2023 memimpin serangkaian kebijakan strategis, termasuk insentif bagi warga yang aktif memisahkan sampah dan pembentukan kemitraan dengan pelaku usaha daur ulang. Upaya tersebut telah menurunkan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) secara signifikan.

Secara keseluruhan, transformasi sampah Banyumas menjadi contoh konkret bahwa masalah lingkungan dapat diubah menjadi peluang ekonomi bila dikelola secara terpadu. Dukungan politik tingkat tinggi, sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi pilar utama yang memungkinkan tercapainya visi zero waste pada 2028.

Dengan komitmen kuat dari pusat hingga daerah, diharapkan model ini tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja baru di bidang pengolahan dan daur ulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *