PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 26 April 2026 | Semen Padang kembali menelan luka berat setelah menurunkan diri dengan skor 0-3 di Stadion Segiri, Samarinda, pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/26. Kemenangan telak Borneo FC didominasi oleh gol Komang Teguh (menit 9), Kaio Nunes (menit 39) dan Koldo Obieta (menit 90+4). Kekalahan ini menambah deretan 19 kali kekalahan tim Kabau Sirah dan memperpanjang rentetan empat kekalahan beruntun, menempatkan mereka di posisi ke-17 dengan hanya 20 poin.
Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, mengaku lawan memang lebih siap. “Selamat untuk Borneo FC, mereka pantas untuk menang, mereka lebih siap. Namun, saya juga mengapresiasi pemain saya yang tampil luar biasa,” ujarnya setelah laga usai. Meski demikian, Nahumarury menegaskan bahwa timnya tidak akan menyerah. Ia menyoroti dua aspek utama yang harus diperbaiki: penyelesaian akhir (finishing) pada lini serang dan konsistensi pertahanan, termasuk transisi dan set piece.
Evaluasi mendalam Nahumarury dijabarkan pada konferensi pers sehari setelah pertandingan. Menurutnya, gol-gol Borneo FC sebagian besar berasal dari situasi bola mati, sehingga pertahanan sempit Semen Padang harus belajar mengantisipasi tendangan sudut dan bebas dengan lebih baik. “Attack, finishing jadi konsen kami. Defense juga harus diperbaiki, termasuk transisi dan set piece,” tegasnya.
Selain itu, pelatih menekankan pentingnya mentalitas tim. Dengan lima pertandingan tersisa, Semen Padang harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin untuk keluar dari zona degradasi. Nahumarury menambahkan, “Lima laga tidak mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Kita akan berjalan sampai akhir, tidak boleh menyerah.” Ia percaya bahwa dengan kerja keras dan strategi yang tepat, kejutan masih memungkinkan.
- Pertandingan selanjutnya: vs Persiraja Banda Aceh (pembuka minggu berikutnya).
- Target poin: minimal tiga poin per laga untuk mengejar posisi aman.
- Fokus latihan: penyelesaian akhir di kotak penalti dan penataan lini belakang dalam transisi.
Statistik tim menunjukkan masalah yang mendasar. Dari 29 laga, Semen Padang mencatat 5 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 19 kekalahan. Rata‑rata tembakan per pertandingan masih di bawah 8, sementara akurasi tembakan hanya sekitar 30 persen. Di sisi pertahanan, mereka kebobolan rata‑rata 1,8 gol per laga, dengan dua gol kebobolan pada laga melawan Borneo FC berasal dari situasi bola mati.
Namun, ada secercah harapan. Pada laga terakhir sebelum kekalahan melawan Borneo FC, Bruno Gomes berhasil mencetak gol penyeimbang melawan Persik Kediri, yang memberi tim sedikit angin segar. Selain itu, pemain muda seperti Dimas Pratama dan Riko Hermawan mulai menunjukkan performa yang lebih konsisten, memberi opsi alternatif bagi Nahumarury untuk merotasi skuad.
Sementara Borneo FC terus memperkuat posisi puncak klasemen, mereka kini menyamai poin Persib Bandung dengan total 66 poin. Kemenangan 3-0 melawan Semen Padang menjadi bukti kedalaman skuad mereka, dengan kontribusi signifikan dari pemain asing seperti Kaio Nunes dan Koldo Obieta. Pelatih Fabio Lefundes menekankan pentingnya menjaga konsistensi hingga lima laga terakhir untuk merebut gelar juara.
Dalam konteks liga, persaingan di puncak semakin ketat, namun bagi Semen Padang fokus utama tetap pada perjuangan menghindari degradasi. Imran Nahumarury menegaskan bahwa tidak ada ruang untuk mengeluh; semua aspek, baik kemenangan maupun kekalahan, harus dievaluasi. Dengan mengoptimalkan strategi serangan, meningkatkan disiplin pertahanan, dan menumbuhkan semangat juang, tim Kabau Sirah berharap dapat menukar nasib buruk menjadi cerita kebangkitan.
Jika Semen Padang berhasil meraih setidaknya delapan poin dalam lima laga terakhir, peluang mereka keluar dari zona 17‑20 akan meningkat signifikan. Namun, skenario terburuk tetap mengancam mereka turun ke Liga 2. Oleh karena itu, setiap pertandingan akan menjadi ujian akhir bagi Imran Nahumarury dan para pemainnya.
Kesimpulannya, meskipun hasil 0-3 melawan Borneo FC menambah beban mental, pelatih tetap yakin bahwa kejutan masih memungkinkan. Dengan perbaikan pada penyelesaian akhir, pertahanan, dan transisi, Semen Padang dapat mengubah tren negatif menjadi langkah positif menjelang akhir musim.
