PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Mei 2026 | Jakarta, 5 Mei 2026 – Pembalap utama Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mengakui bahwa ia mengalami keterbatasan teknis pada balapan MotoGP Spanyol di Jerez, yang membuatnya harus menuruti keunggulan Alex Marquez dari tim Gresini Ducati. Meskipun gagal meraih kemenangan, podium kedua tetap memperkuat posisi puncak Bezzecchi di klasemen sementara dengan selisih 11 poin menjelang seri berikutnya di Prancis.
Bezzecchi menuturkan bahwa motor RS‑GP26 yang ia kendarai mengalami sedikit kehilangan traksi di bagian depan, terutama pada tikungan cepat yang menjadi kunci di sirkuit Jerez. “Saya merasa motor tidak memberi respon sebagaimana yang saya harapkan pada fase keluar keluar tikungan. Itu menjadi faktor utama kenapa Alex Marquez bisa menyalip saya di akhir lintasan,” ujarnya dalam konferensi pers pasca‑balapan.
Sementara itu, CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan bahwa keunggulan tim tidak semata‑mata berasal dari penurunan performa Marc Marquez, juara bertahan Ducati. Rivola mengatakan, “Kami memang diuntungkan oleh situasi Marc Marquez yang belum berada di puncak, namun kerja keras tim teknik serta pengembangan motor selama musim dingin memberikan landasan kuat bagi kami untuk bersaing di barisan depan.”
Berikut rangkuman utama dari balapan Jerez dan implikasi terhadap kejuaraan:
- Posisi akhir: Alex Marquez (1), Marco Bezzecchi (2), Fabio Di Giannantonio (3).
- Selisih poin: Bezzecchi menambah 20 poin, memperlebar jarak ke Marc Marquez menjadi 11 poin.
- Kelemahan teknis: Kurangnya traksi depan pada fase akselerasi keluar tikungan ke-7 dan ke‑8.
- Strategi tim: Aprilia menekankan pentingnya start yang lebih depan, yang memberi Bezzecchi keuntungan awal namun tidak cukup mengatasi masalah teknis.
Marc Marquez sendiri masih berjuang memulihkan performa setelah cedera bahu di Mandalika 2025. Meskipun berhasil meraih dua kemenangan sprint, ia belum menjejakkan kaki di podium utama musim ini. Kelemahan Marquez menjadi topik pembicaraan di paddock, dan Rivola tidak menutup kemungkinan bahwa kondisi ini memberikan ruang bagi Aprilia untuk terus menancapkan motor mereka di posisi teratas.
Analisis teknis tim menunjukkan bahwa motor RS‑GP26 masih dalam proses penyempurnaan, terutama pada bagian elektronik kontrol traksi. Bezzecchi menyebutkan bahwa tim akan melakukan penyesuaian pada software map agar dapat memaksimalkan daya dorong mesin pada lintasan berkecepatan tinggi. “Kami sudah mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan tim kami bekerja 24 jam untuk menyiapkan upgrade sebelum Grand Prix Prancis,” jelasnya.
Selain faktor teknis, Rivola menyoroti keberhasilan Aprilia menempatkan empat motor di enam besar pada balapan Jerez. Ini merupakan sinyal kuat bahwa pengembangan motor selama offseason menghasilkan performa yang konsisten di seluruh pembalap, termasuk Jorge Martin yang juga berada di posisi kompetitif.
Berita ini juga mengingatkan bahwa persaingan di MotoGP 2026 semakin dinamis. Sementara Ducati tetap menjadi pesaing utama, tim-tim satelit seperti Gresini Ducati dan Aprilia semakin menunjukkan kemampuan untuk menantang dominasi pabrikan utama. Alex Marquez, adik Marc Marquez, kini menjadi ancaman baru dengan performa konsisten dan taktik balapan yang matang.
Ke depan, seri MotoGP Prancis di Le Mans akan menjadi ujian bagi Bezzecchi untuk memperbaiki kelemahan teknisnya. Jika tim dapat mengoptimalkan traksi dan mengendalikan motor pada fase keluar tikungan, peluang untuk menambah poin dan memperlebar jarak ke Marc Marquez akan semakin besar.
Secara keseluruhan, pengakuan Bezzecchi tentang keterbatasan teknis tidak mengurangi semangat tim Aprilia. Dengan dukungan manajemen, teknisi, dan strategi balapan yang matang, mereka tetap menjadi kandidat kuat untuk merebut gelar juara dunia MotoGP 2026.
